Ada tiga hal yang bisa menjadi titik rawan dalam berkomunikasi, ketika komunikasi menjadi sisi ultra penting yang menentukan keberhasilan Anda dalam bidang yang Anda geluti.  Jika komunikasi Anda anggap sebagai strategi memenangkan permainan bisnis, jika komunikasi adalah senjata andalan Anda dalam menghadapi mahasiswa yang ingin Anda cerdaskan,….jika dan hanya jika komunikasi merupakan  jalan keluar persoalan percintaan Anda, maka setidaknya  ketiga hal berikut ini haruslah menjadi perhatian serius.
Tiga hal tersebut tidak  lain adalah Respon, Respek, dan Rileks. Kesemuanya menyangkut bagaimana kita membangun reputasi dalam berkomunikasi. Dan ketiganya bersinergi secara ketat menciptakan kondisi dan situasi berkomunikasi yang menjamin efektivitas komunikasi yang  Anda harapkan.
Ketika Anda diajak bicara oleh seseorang, tentu orang tersebut berharap Anda memberi  respon yang sesuai tujuannya berkomunikasi dengan Anda. Di saat yang sama, diam-diam dia dan Anda sama-sama berharap adanya saling respek satu sama lain. Untuk mendapatkan respon dan respek, diperlukan situasi atau atmosfer yang kondusif, yaitu situasi yang membuat orang merasa mudah, nyaman, dan aman, yaitu situasi minimal yang mewakili perasaan rileks kedua pihak dalam menghasilkan komunikasi yang efektif.
Uniknya, rasa rileks juga bisa muncul ketika seseorang mendapatkan respons dan respek yang baik, sebaliknya respek akan hadir ketika yang satu direspon secara rileks oleh yang lain.
Mitra bicara Anda akan kehilangan atau berkurang rasa mudah, nyaman, atau amannya, ketika Anda tidak memberi respon yang diharapkan, atau Anda merespon juga tetapi tanpa disertai respek yang baik. Maka, sudah bisa diduga bagaimana akhir dari pembicaraan Anda berdua.
Begitu pula jika kita berada dalam situasi yang kurang nyaman, maka bisa diduga akan menghasilkan suasana komunikasi yang kaku, bahkan penuh keraguan.
Pendek kata, ketiganya harus hadir di saat yang sama, untuk menghasilkan reputasi komunikasi yang prestatif.
Untuk membangkitkan dan memertahankan kondisi seperti itu, maka rapport building menjadi kuncinya.

2 Responses so far.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip