Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim sedunia. Karena istimewanya bulan ini, bulan yang disebut setara dengan dengan kebaikan seribu bulan. Rosulullah SAW menyambut bulan yang mulia ini dengan doa yang senantiasa beliau panjatkan “Allahumma baariklanaa fii rojaba wa sya’baana wa ballighnaa Romadhoon/Ya Allah ya Tuhan Kami semoga Engkau memberikan keberkahan kepada kami di bulan rajab dan sya’ban dan pertemukan kami dengan kemuliaan bulan Romadhon.”

Bahkan Rosulullah  SAW bersabda “Seandainya umatku tahu keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan sungguh mereka menginginkan satu tahun semuanya Ramadhan, karena segala kebaikan berkumpul di dalamnya, ketaatan diterima, segala permohonan dan doa mustajab, segala dosa diampuni dan syurga merindukannya”.

Kita bisa mengambil hikmah terbesar Ramadhan ini bagi diri pribadi kita untuk hal-hal yang bersifat transendental baik itu terkait dengan kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita. Inilah peluang terbesar bagi kita untuk memulihkan segala kekumuhan jiwa, sikap mental, dan cara berpikir kita, yang selama ini terakumulasi sedemikian rupa. Sementara di bulan lain, begitu banyak tantangan yang harus kita hadapi ketika kita berusaha membenahi diri – di antara peran yang kita jalani. Di bulan suci ini, peluang melakukan pembenahan ini terasa begitu mudah, syahdu, dan indah. Setiap elemen kehidupan, setiap sudut ruang batin kita seperti ikut hanyut dan tenggelam dalam kebeningan religiusitas bulan ini. Akibatnya, semua terasa ringan dan tanpa beban dalam menjalani segala kebaikan.

Bagi kita, hendaknya bulan Ramadhan menjadi ajang pembasuh jiwa, pensucian kembali diri, hati dan pikiran, sehingga terjadi transformasi personal yang membaikkan karakter dan kepribadian kita, meningkatkan sikap profesional kita dalam menjalani peran di kehidupan yang penuh dengan tantangan dan hambatan ini.

Namun, semua itu hanya bisa kita jalani dan peroleh hikmahnya, jika mulai sekarang, sebelum memasuki Ramadhan, sudah kita niatkan menjalani Ramadhan dengan penuh tafakur, perenungan, dan koreksi diri, di samping menjalani ibadah dengan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitasnya berdasarkan tuntunan agama secara benar.

 

Selamat menunaikan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan suci Ramadahan 1435 H, semoga Allah SWT membimbing kita, dan melimpahkan segala kebaikan yang kita harapkan, dan menjadikan Ramadhan ini sebagai ajang pemulihan jiwa, hati, dan pikiran kita, bahkan kesembuhan bagi tubuh kita.

 

Banjarmasin, 27 Juni 2014

www.caraku-caramu-carakita.com

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip