KISS adalah kode yang saya gunakan dalam diskusi kelas. Kalau saya bilang “KISS !!!”, maka mahasiswa yang sedang bicara segera mengubah gaya bicaranya, memperbaiki cara komunikasinya. Apa itu KISS ? jangan salah paham, itu singkatan dari Keep It Simple and Short. Belakangan lebih populer, oleh mahasiswa diplesetkan menjadi Keep It Simple Stupid.
Sebagian besar mahasiswa saya sudah tahu, kalau di era Knowledge Society ini, orang-orang cerdas (baca: sok intelek) sudah tidak lagi menggunakan paradigma lama dalam berkomunikasi (mengemukakan pendapat), yaitu yang berbicara berputar-putar, penuh dengan istilah rumit (yg kadang-kadang saya kurang yakin dipahami oleh pembicara sendiri). Di era ini, orang berbicara singkat, sederhana, dan tentu saja sistematik. Kalau dulu orang terkagum-kagum terhadap seseorang yang mampu berbicara panjang-lebar dan tinggi (m2 dan m3), tapi isinya cuma seujung upil (maaf). Kalau sekarang, setiap kali saya mendengar ada orang berbicara berputar-putar dan penuh istilah rumit, saya jadi teringat si Vicky Prasetyo.
Jadi benar, kata mahasiswa sekarang, KISS itu, S terakhirnya seharusnya STUPID. Karena hanya orang STUPID saja yang berbicara seolah yang dibicarakan lebih rumit dari aslinya, dan hanya orang b**oh saja yang percaya terhadap omongan m2 dan m3 tadi.
Begitulah kata Acil Ijum. : )
Mau komentar? KISS dulu……

Comments are closed.