What is Freelancer?

Menurut Wikipedia: Freelancer atau pekerja freelance adalah istilah yang biasa digunakan untuk orang yang bekerja sendiri dan tidak harus berkomitmen jangka panjang dengan majikan tertentu. Pekerja freelance bekerja secara independen atau menggunakan asosiasi profesional atau website untuk mendapatkan pekerjaan.  Umumnya mereka bergerak di bidang jasa profesional, entah itu bidang konsultan keuangan, akuntansi, pelatihan, dan lain-lain.

Menjadi freelancer mungkin di jaman ini menjadi salah satu pilihan yang menarik. Alasannya simpel: menjadi freelancer membuat Anda bisa mendapatkan waktu kerja yang lebih fleksibel. Tidak harus tiap hari pakai sepatu, baju seragam, berdasi,  berangkat kerja jam 8 pagi, pulang jam 6 petang. Plus pinggang pegal, penghasilan pas-pasan, kata Om Bob (alm): situ bekerja atau dikerjai?

Menjadi freelancer juga bisa membuat Anda bekerja dari rumah – sebuah tren baru di perkotaan yang memiliki problem akut kemacetan di jalanan. Dan hebatnya, sejumlah freelancer menyebut  diri mereka menjadi lebih kreatif – karena mungkin mereka tidak lagi harus berhadapan dengan birokrasi kantor yang kadang melelahkan, dan office politics yang acap mengganggu energi kreativitas. Namun menjadi freelancers yang sukses bukanlah hal yang mudah.  Memang sih, tidak ada shortcut menuju sukses, apapun pekerjaannya atau karir yang kita tempuh, semua harus melalui jalan berliku, dan bagi orang tertentu, penuh duri.

Kunci keberhasilan utama ya tentu aja  skills Anda, kemauan, dan service attitude Anda sebagai freelancer. Entah sebagai freelance trainer, web designer, arsitektur, freelance konsultan pajak/akuntansi, freelance penulis artikel blog, desainer kaos, pakar SEO, fotografer pernikahan, ahli riset pemasaran, hingga freelance konsultan manajemen.

Apakah Seorang Freelancer Harus Selevel “Suhu”?

Tidak seperti menjadi pendekar di dunia persilatan, Anda tidak harus menjadi suhu dulu. Anda bisa membangun kependekaran dimulai dari level paling bawah. Istilahnya “learning by doing” , sambil menyelam-minum air, atau apalah istilahnya untuk mengatakan bahwa skills bisa kita bangun dari  praktik,  belajar sana-sini dan belajar dari pengalaman. Kalau Anda berprinsip jadi ‘suhu’ dulu baru turun gunung, keburu gunungnya ‘meletus’!.

Yang lebih penting: skills Anda sudah cukup untuk memenuhi ‘kebutuhan dasar’ yang dihadapi klien.  Tahukah Anda? Tidak sedikit problem yang dihadapi klien itu, ternyata masalah-masalah simpel dan kecil saja, misalnya, hanya karena tak cukup waktu untuk memikirkan, atau mungkin sudah saking stressnya menghadapi pekerjaan, sehingga sedikit masalah saja diserahkan pada ‘ahlinya’,  alias mereka kurang kreatif saja. Misalnya, mengisi SPT (Surat Pemberitahuan Pajak), betapa banyak orang malas mengisi SPT, alasannya tidak bisa. Padahal betapa banyak panduan pengsian SPT termasuk menghitung, menyetor, dan melaporkannya.

Elemen berikutnya yang juga penting – dan bahkan lebih penting, untuk menjadi freelancer yang sukses adalah ini: kemampuan Anda “menjual diri”. Maksudnya mempromosikan dan menjual jasa keahlian Anda sebagai freelancer.

Kabar baiknya, kini ada banyak marketplace dimana Anda bisa memasarkan dan menjual jasa keahlianmu. Untuk kelas lokal, ada  sribulancer.com. Untuk skala global, ada freelancer.com – sebuah marketplace freelancer terbesar di dunia.

Pengalaman saya, untuk pasar lokal tampaknya lebih mudah menjual jasa Anda sebagai freelancer melalui blog atau web pribadi dan Facebook, atau media sosial lainnya. Blog dan laman Facebook bisa menjadi media promosi yang ampuh untuk memasarkan jasa freelance Anda – entah sebagai konsultan manajemen atau  freelance makelar tanah kuburan pun bisa.

Isilah blog Anda dengan hal-hal spesifik yang berkaitan dengan skills yang ingin Anda jual. Pelan-pelan, Anda bisa membangun personal branding dan bisa sukses menjual jasa freelance Anda.

Untuk pasar global, barangkali lebih mudah memasarkan jasa freelance melalui marketplace seperti freelancer.com tadi.

Begitulah, dua hal penting  untuk menjadi freelancer yang sukses : 1) memiliki skills yang cukup bagus dalam bidang yang ingin Anda jual dan 2) ketekunan dan kreativitas untuk mempromosikan jasa keahlian Anda. Bisa melalui blog, facebook atau media sosial lainnya atau marketplace freelancer yanga ada. Sekali lagi, jika Anda ingin mendapatkan kebebasan waktu, bisa bekerja dari mana saja (termasuk dari teras di belakang rumah) – plus potensi income yang menjanjikan; mungkin menjadi fulltime freelancer adalah pilihan karir yang layak dipertimbangkan.

 

One Response so far.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip