Sobat, mengapa orang-orang bijak menasehati kita agar selalu menjaga hati dalam keadaan bersih dan benderang. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengingatkan, bila hati sudah rusak, maka rusaklah semuanya. Hati yang dimaksud di sini bukanlah hati dalam artian lever, sebagai salah satu organ yang juga penting bagi manusia. Tetapi adalah hati yang merupakan sumber segala perasaan, sikap, perilaku, mental, dan seluruh kendali psikologis dan fisiologis, yang secara fisik adanya di otak kanan manusia. Juga sering disebut sebagai Kalbu.

Nah, dijaga dari apakah hati ini?  Tentu maksudnya dijaga dari perasaan-perasaan yang tidak memberdayakan, melumpuhkan potensi diri, bahkan berdampak bagi kesehatan fisik. Beberapa ahli malah memberi label sebagai perasaan yang mematikan, karena perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita, yang dapat berlanjut pada kematian. Dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang  sering terabaikan oleh kita adalah :

A. KEMARAHAN, dapat menyebabkan :

1. Rheumatoid arthritis

2. Serangan jantung, Penyakit jantung, Gagal jantung

3. Kanker

4. Hipertensi,Stroke

5. Gangguan lambung

Perasaan marah terhadap sesuatu atau seseorang adalah normal. Oleh karena itu, rasa marah tetap diperlukan sebagai ekspresi biasa, asalkan terkendali. Yang menjadi masalah adalah jika marah ditekan atau bahkan tidak terkendali.

Menurut Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi, jika seseorang memendam perasaan-perasaan marahnya, tekanan darah meningkat tajam, begitu pula jika perasaan marah dilampiaskan tidak terkendali, daapat menyebabkan risiko serangan jantung dan stroke akan lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah atau berilah pengampunan, jangan menyimpan kemarahan.

B. KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :

1. Tekanan darah tinggi

2. Migran

3. Penyakit jantung

4. Gangguan lambung

5. Kanker

Ketika seseorang mengalami perasaan benci dan iri hati tingkat adrenalinnya meningkat, tekanan darah juga meningkat dan berdampak terhadap jantung-khususnya menimbulkan risiko serangan jantung. Orang-orang itu menghadapi risiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi dibanding orang lain.

Di samping itu, ketika seseorang mengalami kekecewaan, kemarahan atau ketakutan, perasaan-perasaan negatif ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya menyebabkan berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pankreas, yang menciptakan kesulitan dalam pencernaan makanan. Ini menyebabkan perut kembung, timbunan gas, sakit ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya.

Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan sistem kekebalan tubuh kita. Ketika sistem kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan berkembang. Demikianlah perasaan kebencian dan iri hati merusak diri kita. Membiasakan diri berlapang dada menerima kegagalan dan menghargai keberhasilan orang lain merupakan cara terbaik menghindari penyakit ini

C. KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :

1. Penyakit mental

2. Stroke

3. Serangan jantung

4. Kematian

Menurut saya, perasaan yang paling mematikan adalah kesombongan. Sudah banyak bukti kesombongan manusia yang menjebak individu dalam lingkaran setan yang menjerumuskan, menyebabkan kelengahan, kelalaian, kesewenangan, dsb. Kisah dramatik Kapal Titanic, adalah salah satu contoh kesombongan yang menyebabkan kematian berjamaah. Sebelum berangkat membawa ratusan penumpang yang rata-rata orang-orang kaya, pemilik kapal ini berujar dengan angkuhnya: ”tidak ada yang bisa menenggelamkan kapal ini, sekalipun Tuhan”…..dan ternyata kapal ini celaka dan tenggelam oleh ‘hanya’ gundukan es terapung  di permukaan laut.

Kerendahan hati dan senantiasa menyadari tiada yang melebihi daripada Sang Maha Pencipta akan melindungi Anda dari perasaan yang paling mematikan ini.

D. KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN, dapat menyebabkan :

1. Penyakit jantung

2. Penyakit mental

3. Kepanikan

4. Depresi

5. Serangan jantung

6. Fobia.

Perasaan takut dan khawatir berlebihan akan memicu pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan percepatan denyut  jantung, peningkatan ventilasi paru yang abnormal, dan meningkatnya kontraksi sistem pencernaan. Ketakutan dan kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan  kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit BAB dan sakit kepala karena ketegangan. Selanjutnya akan terjadi kelelahan fisik dan emosional serta kelemahan sistem kekebalan tubuh, dan hasil akhirnya adalah penyakit depresi mental dan gangguan serangan jantung.

E. DEPRESI, dapat menyebabkan Kanker

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan lebih mudah untuk melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung menyembunyikannya.

Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu faktor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker menyerang adalah ‘kurangnya penyaluran emosi’. Ibu rumah tangga memiliki peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya dan 157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar rumah.

Menghindari depresi paling efektif adalah membuat suasana hati senantiasa gembira, penuh harapan, dan banyak senyum. Di antara langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit adalah :

1.       Berpikir  dan berperasaan positip, jauh dari prasangka

2.       Mengampuni, mudah memaafkan

3.       Mengendalikan lidah, berkomunikasi dengan penuh empati

4.       Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif

5.       Bersikap bijak dan hanya memberi ‘makanan’ yang sehat ke dalam pikiran.

6.       Kehidupan berohani yang baik, dengan meningkatkan keimanan (spiritualitas).

* dari berbagai sumber

39 Responses so far.

  1. Burton Haynes berkata:

    Wow! Everything I desired summarised in a very short way. To my mind, it’s the best text I have ever read. Well done!

  2. […] keledai tadi, kibaskanlah tanah (masalah) itu, dan jadikan ia pijakan untuk naik. Semakin banyak masalah, semakin tinggi  dan kokoh tempat kita berpijak,  dan semakin banyak kita memiliki peluang untuk […]

  3. Tri Mayasari berkata:

    wah maaf pak. mungkin szya yang salah menuliskannya, jd yang saya pikirkan tidak sama dengan yang saya tulis pak

  4. veronica suryanti tanu berkata:

    info yang bagus pak….^^

  5. novindra halim berkata:

    hehehehehehe….berarti mulai sekarang harus bs kontrol diri biar penyakit2 mengerikan itu bs dihindari….

  6. budi unda sugiarto berkata:

    poin nomer 6 itu pak,,bener seh pak.. saya merasakan nya kalau kita lupa tuhan, hati kita bs gelap….kadang jd sering marah2, dan mudah depresi…..

  7. Tri Mayasari berkata:

    Emosi itu sesuatu hal yang sangat sulit dikendalikan. terkadang lebih baik untuk meluapkan emosi yang kita rasakan. Karena dengan memendamnya malah dapat merugikan diri sendiri. Stelah melepaskan emosi atau perasaan kita, kita akan menjadi lebih bahagia dan dapat melihat dan merasakan dengan lebih jelas.

  8. Rika Tiono berkata:

    terkadang kita sebagai manusia seringkali susah mengontrol emosi di karenakan hal hal sepele dan pikiran negatif yang muncul di pikiran kita seperti iri,, dengki,, dendam,, dll.. yang semeua na itu dapat merugikan diri sendiri,,

    Apabila kita mampu mengendalikan diri maka stress dapat dikurangi,, pikiran dan hati pun menjadi tenang,, kunci utamanya adalah sabar dan ambil hikmah dari semua masalah,, ^^

  9. This is such a great resource that you are providing and you give it away for free. I enjoy seeing websites that understand the value of providing a prime resource for free. I truly loved reading your post. Thanks!

  10. Septi berkata:

    sudah saya laksanakan pak, tp paling susah mengendalikan emosi,,,,

  11. Yafiz berkata:

    @ Budi yang Dermawan, 1-6 bukanlah urutan, itu harus dilaksanakan serentak. Lagipula, kehidupan spiritualitas/rohani/keimanan, bukan melulu AGAMA. Agama justeru menjadi seluruh pedoman melaksanakan 1-6 tersebut. Jadi jangan memisahkan agama dari segala bidang kehidupan kita. Seringkali orang salah memaknai Agama, sebagai ritualitas dan kewajiban saja. Akibatnya, org yang rajin menjalankan perintah Agama, perilakunya sering tidak mencerminkan apa yang diyakininya. Spiritualitas adalah kecerdasan,sebagaimana intelektualitas, dan emosional. Jadi maksudnya no. 6 tsb, tingkatkan kecerdasan spiritualmu! di kesempatan lain saya akan menulis tentang kecerdasan spiritual, dan cara meningkatkannya. BTW, banyak membaca di site ini, adalah salah satu meningkatkan kecerdasan spiritual.:)

  12. Yafiz berkata:

    @ Septi: Sulit? apakah sudah dilaksanakan? banyak orang bilang sesuatu itu sulit, padahal belum berbuat apa-apa.

  13. septi berkata:

    waaaah berarti kita harus jaga hati, pikiran dan perasaan supaya kesehatan kita pun terjaga dan jauh dari penyakit

    terlihat simple tapi sulit dilaksanakan,

    ckckckckckkc T.O.P BEGETE deh ni artikel

  14. Budi Dermawan berkata:

    Poin No 6. Kehidupan berohani yang baik, dengan meningkatkan keimanan (spiritualitas).

    Kenapa gak diletakkan di No 1 ??????? Akan Lebih manis lagi kalau diletakkan di No. 1, , karena agama adalah sendi utama bagi manusia dalam bersikap atau bersosialisasi dalam kehidupan kesehariannya.

  15. Yuliana Lestari berkata:

    apa jadinya kalau antara marah, ketakutan, dan depresi menyerang kita???
    terkadang saya merasa sulit mengontrol emosi saya. Sering kali saya mencoba untuk tidak marah dengan cara seperti solusi yang bapa tulis di artikel atas. Akan tetapi, sulit sekali mengikuti saran tersebut. Alhasil saya jadi tambah kesal, marah, dan parno terhadap masalah yg saya hadapi. Sebenarnta dulu saya tidak demikian. Selalu tetap berfikir positif d setiap kondisi dan keadaan. Akan tetapi belakangan emosi tidak terkontrol sehingga membuat saya tidak mengenali diri sendiri. begitu pula orang lain. Banyak yang bilang saya berubah dan menanyakan mengapa saya berubah. Akan tetapi saya tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut.

    akibat hal ini berdampak buruk pada pekerjaan, keluarga, pendidikan, serta pergaulan saya.
    Solusi apa yg kira-kira dapat bapak berikan kepada saya???
    terima kasih.

    • Yafiz berkata:

      Hal yang kamu alami juga banyak dialami orang lain. Jadi jangan terlalu khawatir. Yang penting cobalah cari ‘gap’ antara yg dulu dan sekarang itu, sehingga dapat ditemukan ‘biang’nya. Suatu keadaan, peristiwa, atau kejadian tertentu yang pernah terjadi mungkin pernah menggores perasaan kita, dan kita coba untuk melupakannya. Dengan logika, mungkin saja kita bisa melupakannya, tetapi sebenarnya tidak terhapus dari memori kita yang sudah telanjur merekamnya. Oleh karena itu jika sdh ditemukan, cobalah temukan sisi positip dari peristiwa itu. Sehingga kita tetap mengingatnya, tetapi dengan mendorong sisi positif (hikmah) yang lebih menonjol, Sesuatu yang telah terekam mendalam dalam pikiran bawah sadar kita dapat menjadi belenggu hati yang kuat, tanpa kita sadari, tetapi muncul dalam bentuk sikap atau perilaku. Semoga berhasil

  16. pharmacist berkata:

    Finally, an issue that I am passionate about. I have looked for information of this caliber for the last several hours. Your site is greatly appreciated.

  17. Faril berkata:

    semua penyakit ternyata juga bisa berasal dari sisi kepribadian kita..satu lagi yang diakibatkan KEMARAHAN,,urat pada otot sering kontraksi sehingga lama2 menjadi kendur..dan akhirnya cepat tua..

    btw,,gimana cara membuat widget “reply” seperti di kotak komentar web ini??

  18. Artta berkata:

    Wah ternyata sebuah perasaan bisa membuat penyakit dan membunuh seseorang. saatnya waspada.

    salam.

  19. aciid berkata:

    wah, jdi sgala sesuatuna ntue brawal dri kita sndiri ya 🙂

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip