Latah atau gigiran (bahasa Banjar) bukanlah  gangguan mental yang serius.  Bahkan sebagian orang mendapatkan keuntungan dari latah. Lihat misalnya Mpok Ati, Ade Namrung (alm), Parto Tegal, dan banyak lagi lainnya. Dari nama-nama tersebut sudah  bisa disimpulkan, latah itu memang membuat orang jadi kelihatan lucu. Para pelawak (yang belakangan lebih senang disebut comedian) itu malah  merasa beruntung memiliki kebiasaan latah, karena makin lucu saja.  Bahkan, diantara mereka kadang latahnya terkesan dibuat-buat (sebenarnya tidak latah), karena kehabisan ide untuk melucu. Nah, yang terakhir ini, malah lebih lucu lagi ‘kan?

Tetapi tidak sedikit orang merasa terganggu dengan kelatahannya sendiri. Seseorang yang sedang latahnya kumat, bisa menimbulkan prilaku yang memalukan, lalu jadi bahan tertawaan orang lain. Akibatnya, si penderita menjadi minder dan menarik diri dari pergaulan.  Kalau sudah seperti ini, tentu latah menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan.

Tetapi, latah sebenarnya bukanlah penyakit. Lalu  apa sih sebenarnya latah itu?

Latah adalah respon refleks berupa perkataan atau perbuatan yang tidak terkendali yang terjadi ketika seseorang merasa kaget. Latah bukanlah penyakit mental, tapi lebih merupakan kebiasaan yang tertanam di pikiran bawah sadar. Setiap orang latah punya respon yang berbeda-beda dalam bereaksi terhadap stimulus yang mengagetkannya.

Karena ini ‘hanya’ merupakan kebiasaan, orang yang ingin sembuh dari latahnya, solusinya  cukup sederhana. Ubah saja kebiasaan itu!  Mudah ? relatif! Anda yang ‘mengidap’ latah ini, bisa menyembuhkan dirinya sendiri, asal dengan usaha yang sungguh-sungguh dan sabar, karena lama.  Mirip dengan cara orang menghilangkan kebiasaan merokok.

Nah, ada cara yang super cepat! Karena ini berkaitan dengan bawah sadar, sama halnya dengan menghentikan kebiasaan merokok tadi, maka latah dapat dengan mudah ‘disembuhkan’ dengan metode hipnoterapi. Dengan hipnoterapi kita dapat membongkar sumber masalahnya, kemudian menghilangkan atau mengubahnya. Nah, ada yang mau menghilangkan latah? Atau justeru ingin menjadi latah, silahkan latah menghubungi saya. Saya akan bantu Anda melakukan transformasi.

 

Atau ingin mengatasi sendiri dengan belajar caranya? klik di sini

 

2 Responses so far.

  1. Ummi Kulsum berkata:

    Berapa kali terapi untuk menghilangkan latah?

    • Yafiz berkata:

      Thx, Ummi, dari pengalaman yg ada, cukup sekali sudah tuntas. Tetapi ini sesungguhnya sangat relatif. Contoh saja, ketika Anda sakit pileks, lalu datang ke dokter mungkin sekali saja sudah sembuh. sedangkan org lain mungkin 2-3 kali baru sembuh. Dalam therapy, sangat bergatung pada kerjasama, kemauan dan motivasi klien, serta sebab masalahnya.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip