Author: Akhmad Yafiz Syam Genre:
Rating

 

 

Sebuah studi  di AS meramalkan, pada tahun 2020, lebih dari 40 persen tenaga kerja produktif di AS atau sekitar 60 juta orang akan bekerja sendiri.  Menurut hasil studi tersebut, kebanyakan penduduk di AS lebih memilih untuk bekerja sebagai freelancer, kontraktor, atau pengusaha. Studi itu pun menyimpulkan bahwa dalam tujuh tahun mendatang, jumlah usaha kecil di AS akan meningkat lebih dari 7 juta.

Studi itu menunjukkan bahwa sebanyak 67 persen orang Amerika selalu berpikir untuk keluar dari pekerjaaan kantoran, sebanyak 72 persen mengaku ingin memulai bisnis sendiri, dan sebanyak 84 persen merasa yakin akan lebih bersemangat dalam bekerja jika memiliki bisnis sendiri.

Hasil studi tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil studi yang dilakukan oleh Intuit, 2007. Menurut studi yang mereka lakukan, banyak orang Amerika merasa bosan dengan pekerjaan kantoran. Lebih dari dua per tiga penduduk usia produktif di negeri itu berharap bisa segera resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan mereka untuk merintis bisnis sendiri.

Selain itu, orang Amerika juga memandang usaha kecil adalah trend baru cara hidup kelas menengah di negeri mereka. Mereka menilai para pemilik bisnis kecil itu ternyata lebih jujur dan beretika tinggi ketimbang para CEO perusahaan besar.

Ini menunjukkan bahwa tingginya hasrat orang Amerika menjadi entrepreneur. Memiliki bisnis sendiri sudah menjadi “American dream”. Nah, bagaimana di Indonesia? Semoga trend berwirausaha di Amerika juga menular di Indonesia, kata seorang entrepreneur muda Indonesia “lebih baik menjadi kepala semut, ketimbang menjadi ekor naga!”

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip