“Setinggi-tingginya ilmu adalah kebijaksanaan. Manusia mengejar pengetahuan adalah agar mereka semakin bijaksana. Karena itu mrk dibekali akalbudi oleh Allah swt.” ujar Acil Ijum saat makan siang tadi. ” berbeda dgn nying-nying ” lanjut acil. Kenapa? “Karena nying-nying tidak diberi amanah untuk menjadi khalifah di bumi. Nying-nying hanya diberi keterampilan memimpin kelompok atau golongannya.”

Jadi, jar Acil, kalau manusia hanya mau dan mampu memimpin kelompok atau golongannya saja, berarti sama dong dengan nying-nying….. “.

Yang mendengarkan mantuk-mantuk saja, persis kayak………..

Salam berkelimpahan.

One Response so far.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip