Mungkin Anda bukan salah satu dari banyak  orang yang masih bingung, bagaimana cara memulai atau membuka sebuah presentasi yang menarik, sehingga audiens betah menyimak presentasi Anda hingga di menit terakhir. Tetapi Anda mungkin punya pertanyaan, bagaimana menyampaikan presentasi yang memukau audiens, sehingga isi presentasi Anda mudah dipahami, diterima, dan berkesan mendalam bagi audiens?

Hal ini memang tidak gampang, mengingat ada asumsi umum bahwa di tiga detik pertama presentasi Anda sangat menentukan keberhasilan presentasi Anda selanjutnya. Ini menggambarkan, jika di awal saja sudah terseok-seok, maka selanjutnya mungkin akan membuat presenter termehek-mehek di akhirnya J.  Oleh karena itu, jika Anda ingin enjoy di akhirnya, simak tips-tips berikut ini.

Jika kita lakukan belah ‘duren’  terhadap sebuah pola presentasi, maka kita akan dapatkan sebuah model sederhana yang merupakan urutan, yaitu: pendahuluan (Introductory), batang tubuh (body), dan penutup (conclusion). Salah satu bagian yang paling penting dari presentasi adalah pendahuluan, karena ia ada depan yang akan menentukan bagaimana bagian belakangnya.  Introductory hendaknya berfungsi sebagai attention-getter, menciptakan ketertarikan, memotivasi audiens untuk mendengarkan, membangun kredibilitas Anda, dan merupakan  preview dari poin utama Anda yang akan disampaikan dalam presentasi. Meskipun ada berbagai cara untuk mencapai tujuan tersebut, pola berikut telah terbukti efektif dan dapat berfungsi sebagai panduan.

Bagaimana Cara Membuat Pendahuluan  Yang  Efektif

  1. Menarik Perhatian Audiens Anda

Hindari mengatakan “Hari ini, saya akan berbicara tentang. . . ” Atau ” Topik saya adalah…. . ., “.  Itu kuno dan membosankan, karena sudah terlalu datar dan kering, sehingga tidak menarik.

Mulailah dengan salah satu pembuka berikut:

  • Sebuah pertanyaan retoris (tidak ada jawaban yang diharapkan)
  • Sebuah pertanyaan partisipatif (menunggu jawaban dari audiens atau mengacungkan tangan)
  • Penjelasan yang mencerahkan
  • Sebuah kutipan (dari orang terkenal atau dari karya sastra atau musik)
  • Sebuah bantuan audiovisual
  • Sebuah cerita menegangkan
  • Sebuah lelucon atau anekdot lucu
  • Sebuah referensi untuk acara saat ini
  • Statistik Mengejutkan
  • Atau sebuah cerita metafora yang mencerahkan.

2. Memotivasi Audiens Anda

Jawablah pertanyaan ini “Mengapa audiens perlu mendengarkan topik ini?”. Jawaban ini akan mengarahkan Anda untuk membutiri beberapa poin yang memotivasi audiens untuk  fokus topik yang akan disampaikan.

Tekankan pada bagaimana topik berkaitan dengan audiens Anda, mengapa itu penting dan  relevan untuk kesuksesan mereka.

3. Membangun Kredibilitas Anda

Untuk menjawab “Mengapa audiens mau mendengarkan Anda?”

Katakan pada  audiens apa yang membuat Anda berpengetahuan tentang topik/subjek ini. Anda bisa membuat daftar kelas yang telah Anda ambil, pelatihan profesional, proyek penelitian, atau pengalaman pribadi yang membuat Anda seorang pembicara yang kredibel.

4. Preview  Poin Utama Anda

Ini mengantarkan audiens untuk meninjau daftar poin utama Anda,  sekilas sebelum Anda pindah ke  batang tubuh presentasi Anda. Mungkin tampak seperti berlebihan untuk Anda; Namun, untuk audiens Anda, preview ini memberikan panduan yang sangat berharga yang membantu mereka fokus pada setiap poin dengan lebih mudah dan mengikuti alur pikir sepanjang presentasi Anda.

Nah, begitulah tips dari saya. Semoga sukses dan lancar presentasinya!

Anda ingin menjadi presenter hebat ? ikuti pelatihannya, simak penjelasannya  di sini….

Comments are closed.