NLP adalah singkatan dari Neuro-Linguistic Programming.  NLP bisa dikatakan sebagai teknologi berpikir dan berperilaku yang diciptakan dan dikembangkan oleh Dr.Richard Bandler dan Prof. John Grinder di tahun 1970 an.   NLP diciptakan dengan memodel beberapa psikoterapis sukses dan efektif, seperti Milton Erickson dan Virginia Satir, serta Fritz Perls.  NLP juga dipengaruhi oleh seorang Antrolopologis, Gregory Bateson.  NLP diciptakan berdasarkan studi subyektif terhadap bahasa (linguistik), komunikasi, perubahan pola berpikir atau perilaku.  Bandler kemudian mengembangkan Design Human Enginerring(DHE), Neuro-Hypnotic Repaterning,   sedangkan Grinder mengembangkan New Code.

Sejak itu  NLP telah dikembangkan dan dimodifikasi oleh berbagai praktisinya, dan aplikasinya meluas di berbagai bidang kehidupan. Dunia kemudian mengenal tokoh NLP seperti Robert Dilts, Steve dan Conirae Andreas, Tad James, dan lain-lain.

Menurut Bandler, mendesain struktur internal seseorang, layaknya mendesain sebuah ruangan. Kita bisa memilih apa yang ingin kita letakkan di situ, kita bisa menguubah letak, visual, suara, pengalaman, bau, rasa, di ruangan tersebut. Dengan menggunakan representasi kelima indera manusia, struktur internal seseorang dibangun.

Oleh sebab itu, sebuah proses perubahan adalah proses mendesain atau mendesain ulang struktur internal seseorang, sesuai yang diinginkan. Di NLP, hal ini disebut sebagai modeling.  NLP sering disebut sebagai teknologi yang mempelajari  dunia  subyektif seseorang, karena dunia internal seseoranglah yang kemudian memengaruhi pengalamannya di dunia eksternal. Jadi prinsip sederhananya adalah bagaimana mendesain secara subyektif dunia internal seseorang, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan di dunia eksternal.

Neuro di sini adalah otak yang berfungsi sebagai alat berpikir. Berpikir ini meliputi cara kita mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memprosesnya, cara mengambil tindakan, dan lain-lain. Dalam ‘neuro’ terdapat berbagai hal yang menjadi referensi kita berpikir dan bertindak, yang disebut Peta Realita dan Model Dunia. Keduanya berdasarkan apa yang pernah kita pelajari dan ketahui sepanjang hidup, karena itu bersifat subyektif.  Dengan mengubah cara berpikir atau cara kita memproses informasi, memperluas peta realita, memperkaya model dunia, kita pun dapat mengubah perilaku dan mengubah hasil kita (outcome).

Linguistic adalah bahasa.  Cara memproses bahasa yang kita inderakan, dan bahasa yang kita pakai baik secara internal (inner talk) atau eksternal (berbicara).  Bahasa memengaruhi pikiran, dan bahasa dipengaruhi cara berpikir.  Mengubah cara kita memproses bahasa dan berbahasa, berarti mengubah tindakan kita, dan merubah pula hasil kita.

Programming adalah berbagai program atau strategi kita dalam berpikir dan berperilaku.  Ini adalah tahapan-tahapan kita dalam berpikir dan bertindak. Ada strategi yang efektif ada yang tidak. Perubahan hasil sangat tergantung dari program atau strategi kita. Ubah strategi, berarti mengubah hasil.

Dengan kata lain NLP adalah teknologi berpikir, berbahasa, berstrategi, bertindak, untuk mencapai hasil yang kita inginkan.  Dalam NLP terdapat berbagai konsep, teknik, dan tools yang kemudian dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bidang kehidupan,  skill dan pengetahuan yang selaras dalam setiap kegiatan manusia dalam mengembangkan kualitas pemberdayaan diri seseorang.

Berbagai TOOLs dan Teknik NLP

OUTCOME

NLP sangat menekankan pada outcome atau hasil yang ingin dicapai.  Ini yang menurut Bandler membedakan NLP dengan psikologi terapan konvensional. NLP tidak menghabiskan waktu untuk menggali masalah, latar belakang, penyebab, kenapa, dan lain-lain.  Kalau harus melihat ke belakang untuk menyelesaikan masalah, NLP hanya tertarik melihat ‘bagaimana’ masalah ini terjadi, yang mana fokus pada struktur masalahnya untuk bisa diintervensi.

Pada saat kita ingin fokus pada outcome, kita fokus pada semua sumber daya yang mungkin untuk membantu kita untuk menuju outcome.  Dan pada akhirnya, dalam menuju outcome, NLP juga menganjurkan tingginya fleksibilitas kita, dan memperluas pilihan-pilihan kita.

MODELLING

NLP adalah teknologi modeling. Dimana apabila seseorang bisa melakukan sesuatu, dan kita bisa mencacah strategi mentalnya, kita bisa mengikuti strategi yang sama untuk mencapai hasil yang sama di konteks kita.

NLP dipenuhi oleh berbagai prinsip dan teknik sukses, yang dimodel dari berbagai orang-orang sukses dari berbagai bidang atau konteks. Semuanya diformulasikan dalam presuposisi NLP dan teknik-teknik NLP. Mempelajari NLP juga berarti kita mempelajari cara memodel sukses yang kita inginkan atau mempermudah kita untuk mendapatkan model sukses yang kita inginkan.

Peta Perilaku

Berdasarkan modeling NLP kita kemudian dapat membuat peta. Manusia semua mempunyai PETA atau MODEL DUNIA yang berbeda.  Tidak ada yang sama  persis.  Peta Pikiran atau Model Dunia ini tidak sama dengan REALITA.  Karena itu di NLP dipercayai bahwa kita tidak bertindak dan berpikir berdasarkan realita, tetapi hanya berdasarkan pada persepsi kita pada realita.Peta atau Model Dunia kita tergantung dari berbagai hal seperti proses filter di pikiran kita. Dimulai dari deletion, distortion, dan generalization, dimana informasi diseleksi sesuai fokus kita, diartikan, dan digeneralisasi.  Setelah itu di-filter lagi berdasarkan values kita, beliefs kita, memori kita, strategi kita, dan Meta Program (preferensi perilaku kita – yang oleh banyak orang dipersepsikan sebagai konsep kepribadian).  Proses ini yang kemudian menghasilkan Peta Pikiran atau Model Dunia kita secara unik. Berdasarkan ini, semua orang berhak merasa dirinya benar menurut Peta Pikirannya. Hal ini dimungkinkan  karena semua orang hidup dalam Model Dunia masing-masing.

RAPPORT

Rapport adalah salah satu prinsip dan teknik komunikasi dan membangun hubungan yang paling populer di dunia. Dan Rapport menyangkut hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Rapport dibangun dengan prinsip pacing-leading dan matching-mirroring. Prinsip pacing berarti menyamakan atau menyesuaikan. Pemahaman praktisnya adalah ‘menyamakan frekuensi’. Dengan penyamaan ini, tahap berikutnya, yakni ‘leading’ bisa dilakukan.

Tahap pacing bisa dilakukan dengan prinsip matching-mirroring. Prinsip ini dijalankan dengan melakukan berbagai penyesuaian dalam posisi tubuh, gerak-gerik, verbal, mimik, pola nafas, suara, dll.

ANCHOR

Perilaku manusia mengikui pola stimulus-respon, dimana perilaku manusia dipicu oleh stimulan tertentu. Di NLP dipelajari melalui struktur internal, yakni apa yang mengawali sebuah perilaku, misalnya apa yang dilihat, didengar, dialami, dll.

Pemicu yang telah terbentuk untuk sebuah perilaku secara berulang atau yang menjadi habit (entah dianggap baik atau buruk – dalam bahasa NLP: bermanfaat atau tidak), disebut sebagai Anchor. Misalnya secara habit, dengan melihat sesuatu seseorang menjadi takut. Atau dengan mendengar sesuatu, seseorang menjadi percaya diri.

Anchor tercipta bisa secara tidak disadari, bisa juga dikreasikan secara sengaja. Anchor dikenali, dievaluasi, diruntuhkan, atau diciptakan, menggunakan kelima indera, sebagai komponen internal strukturnya.

SISTEM REPRESENTASIONAL

Manusia menangkap informasi dari dunia eksternal melalui kelima indera VAKOG – visual (penglihatan), auditory (pendengaran), kinaesthetic (perasa), olfactory (penciuman) dan gustatory (pengecapan). Dan untuk bisa menimbulkan pemahaman terhadap dunia luar tersebut, seseorang perlu mempunyai representasi dunia luar tersebut di dalam pikirannya. Ia entah harus punya sebuah bentuk visual yang bisa dipahami atau bisa disimpulkan sebagai apa, bentuk kata-kata yang punya makna tertentu, dll.

Sebagaimana pikiran kita membuat perwakilan dunia luar yang disebut Sistem Representasional, perwakilan di dalam dunia internal manusia ini juga menggunakan kelima indera tersebut. Jadi ada seseorang yang dilihat di dunia luar, lalu ada bentuk orang tersebut di dunia internal. Atau ada seseorang di dunia luar, lalu ada persepsi mengenai orang tersebut di pikiran kita (internal).

Berbagai perilaku dan perasaan manusia terhadap sesuatu atau seseorang, dipengaruhi bagaimana kita merepresentasikan sesuatu atau seseorang di pikiran kita. Berarti, apabila kita mengubah representasi kita terhadap sesuatu atau seseorang, sikap kita pun berubah.

SUBMODALITY

Setiap representasi mempunyai detil dan spesifik yang bisa dikenali dan dikelola. Visual misalnya mempunyai bentuk, warna, jarak, ketajaman gambar, dimensi (2D atau 3D), ukuran (besar/kecil), dll. Atau suara misalnya mempunyai tempo (cepat/lambat), jarak (jauh/dekat), stereo/mono, dst. Perasaan misalnya punya letak, panas/dingin, keras/lembut, dsb.

Spesifik atau detil dari representasi tersebut dikenal sebagai Submodality. Di NLP, dipelajari bagaimana mengubah submodalitas sebuah pengalaman. Misalnya rasa takut terhadap sesuatu, mempunyai visual yang bisa dievaluasi bentuknya, ukurannya, warna, kejelasan gambar, dll. Dan untuk memengaruhi rasa takut, submodality-nya bisa diubah. Misalnya ketajaman gambarnya dikurangi, ukurannya diperkecil, jarak dijauhkan, dll.

PRESUPPOSITIONS

NLP tidak berfokus pada bingkai masalah, tapi  pada bingkai solusi.  NLP fokus bukan pada kebenaran sebuah konsep, teori, atau belief, tapi pada  kegunaannya. Hanya dengan prinsip sederhana ini, hidup Anda akan jauh lebih efektif. Setelah mengenal NLP, Anda akan lebih fokus memikirkan bagaimana sesuatu itu berguna untuk membantu Anda mencapai tujuan hidup Anda, dan juga bagi orang lain. Anda tidak lagi menghabiskan waktu banyak untuk meributkan hal-hal yang takm penting  ini dengan orang lain, dan hanya fokus pada solusi setiap masalah, yang mana fokus pada kegunaan dari berbagai hal yang muncul dalam komunikasi.

Seperti halnya berbagai ilmu dan teknologi, NLP pun punya dasar atau landasan berpikir dan bertindak. Dasar atau landasan ini disebut Presuppositions of NLP. Pengertian sederhana mengenai ini adalah prinsip  atau belief.  Ini menyangkut kerangka berpikir dan berperilaku. Sesuatu yang kita pergunakan sebagai dasar dari pikiran dan tindakan.

Presuppositions digali, didapatkan dan dirumuskan berdasarkan model-model bermanfaat di berbagai konteks. Presuppositions ini tidak perlu dipertanyakan kebenarannya, hanya diadaptasi dan dihidupi, dan dilihat, dirasakan manfaatnya secara subyektif.

Dari tahun ke tahun, banyak presuposisi yang dikembangkan. Yang paling terkenal di NLP misalnya, ‘The Map is not the territory’ yang berarti bahwa yang kita lihat, dengar, dan rasakan, tidak mewakili keadaan atau realita.  ‘There is no failure, only feedback’ misalnya, menekankan pada fleksibilitas sikap untuk menerima apa yang  biasanya dianggap sebagai kegagalan, hanya sebagai masukan agar kita mengganti pendekatan kita di kemudian hari.

TEKNIK-TEKNIK NLP

Di NLP terdapat banyak sekali teknik dan metode perubahan yang bermanfaat. Bahkan berbagai teknik baru hasil modifikasi teknik lama terus diciptakan setiap tahun oleh para pengembang maupun peminat NLP.

Di antara berbagai teknik tersebut, yang populer antara lain.

  1. Fast Phobia Cure
  2. Swish Pattern
  3. Changing Belief
  4. Changing Personal History
  5. Meta Model
  6. Meta Program
  7. Reframing
  8. Six Steps Reframing
  9. New Behavior Generator
  10. Parts Negotiation
  11. Timeline
  12. Disney Strategy
  13. Perceptual Positions
  14. Neurological Level, dan masih banyak lagi

NLP dan Hypnotherapy

Telah dijelaskan sebelumnya, pada saat NLP diciptakan, Bandler dan Grinder banyak memodel tiga orang tokoh di bidang ‘perubahan pikiran’ melalui hypnosis, yakni Milton Erickson, Virginia Satir dan Fritz Perls.  Warna linguistik hypnosis dalam NLP  memang kental di beberapa tools NLP, karena pengaruh ini.  Milton Model, misalnya, yang menyediakan pilihan  penggunaan pola linguistik yang dipakai oleh Erickson. Walau awalnya diciptakan dengan memodel hypnosis, kini hypnosis justru jauh lebih efektif apabila dilengkapi dengan tools NLP.  Keduanya sekarang menjadi kesatuan yang harmonis.

Manfaat NLP

Para praktisi NLP di seluruh dunia sudah merasakan manfaat NLP dalam hidup mereka, di jalur pilihan masing-masing! Berikut ini adalah hanya secuil dari jutaan pengalaman dan kisah nyata aplikasi NLP dalam kehidupan.

  • Mencapai visi organisasi melalui manusianya yang efektif
  • Memimpin dengan lebih efektif
  • Menjual dan bernegosiasi dengan lebih efektif
  • Lebih berenergi dan antusias dalam menghadapi hidup
  • Berkomunikasi dengan lebih efektif
  • Lebih bertanggung jawab dan sportif dalam kehidupan
  • Lebih memperhatikan kepentingan bersama dan menghormati orang lain
  • Lebih efektif dalam kehidupan sosial
  • Lebih bahagia dalam menghadapi hidup
  • Penuh rasa humor dalam menghadapi kehidupan
  • Meningkatnya kepercayaan diri dan pendangan hidup yang sehat dan bermanfaat
  • Hidup dengan tingkat stress yang sehat dan minim depresi/frustrasi
  • Mencapai tujuan karir atau profesi yang diinginkan lebih sering
  • Mewujudkan impian lebih sering
  • Menarik hal-hal baik dan bermanfaat lebih sering
  • Kehidupan seks dan romans yang lebih baik
  • Lebih dewasa dalam berpikir, berkata-kata, dan bersikap
  • Lebih cepat pulih dari berbagai kejadian yang menantang secara emosional – kesedihan, kegundahan,
    kehilangan, bencana, trauma dan lain-lain.
  • Lebih efektif dalam membantu orang lain dalam hidup mereka
  • Lebih efektif dalam membina keluarga, sahabat, karyawan
  • Dan masih banyak lagi! ………..

 

 

 

One Response so far.

  1. Febry Andreas berkata:

    Test this website !

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip