Dalam keseharian tidak jarang kita menjumpai seseorang yang nampaknya suka merendah dan ingin terkesan jujur dalam bertutur.

Caranya merendah yang paling umum adalah dengan mengemas kata-kata yang ‘seolah-olah’ dirinya berada di posisi yang rendah, lemah, tak berdaya. Kata-kata atau frase yang sering digunakan, misalnya “Saya yang bodoh ini,….”

Saya cukup sering bertemu dengan seseorang,yang suka sekali menggunakan kata itu. Namun, dari orang ini justru saya menemukan kesimpulan yang berbeda dari makna kalimat yang diucapkannya itu, yaitu jauh dari maksud merendah, apalagi jujur.

Misalnya:

“Saya ini ‘kan bodoh. Bolehkah saya diberitahu tentang arti demokrasi yang Anda maksud?”

Jika kalimat di atas ditelisik sedikit lebih dalam, maksud pertanyaan itu mengandung beberapa kemungkinan berikut:

1. Menyatakan ketidaktahuannya tentang demokrasi, tetapi tak ingin disalahkan atas itu, karena saya ‘bodoh’.

2. Menguji pengetahuan orang yang diajak bicara, tentang demokrasi. Dan saya sebenarnya hanya pura-pura ‘bodoh’.

3. Si pembicara sebenarnya memang benar ‘bodoh’, bahkan tak mengerti tentang sesuatu yang banyak orang sudah tahu. Tetapi untuk menutupi kebodohannya ia memframing kalimatnya sehingga terkesan ‘hanya seolah-olah’ bodoh. Teknik framing seperti ini dalam NLP disebut contra framing. Yaitu menyatakan sesuatu dengan bersengaja membalik makna kalimat dari keadaan sebenarnya. Dengan kata lain, bermaksud menyatakan “saya  ini seolah-olah  bodoh”.

4. Didukung kalibrasi bahasa tubuhnya, teman ini nampaknya tak ingin diserahi tanggung jawab apapun yang berhubungan dengan orang lain. Supaya dia tak ketahuan bahwa dirinya benar-benar ‘bodoh’.

Dari beberapa kemungkinan di atas dapat disimpulkan, apapun kemungkinan maksudnya, menyertakan kata ‘saya ini bodoh’ atau yang sejenisnya tetaplah kurang baik dalam berkomunikasi yang jujur dan mengandung ‘integritas’.
Artinya orang seperti ini  dapat saja diragukan integritas dan kejujurannya.

***

One Response so far.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

  • Arsip